SELAMAT DATANG DI JEMAAT SHEKINAH SAWOJAJAR KOTABUMI LAMPUNG UTARA , TUHAN YESUS MEMBERKATI ......

KITA ADALAH UMAT PILIHAN TUHAN

(KOLOSE 2 : 6 – 7)
Kita harus percaya bahwa setiap orang akan dipakai oleh Tuhan sesuai dengan profesi kita. Beberapa minggu yang lalu saya telah menyampaikan tentang persembahan, bahwa kita harus mempercayakan hidup kita dan  harta yang kita miliki kepada Tuhan. Ketaatan dan dengar-dengaran akan firman Tuhan, akan membuat kita menjadi anak-anak kesayangan Tuhan. Mengapa Tuhan memilih kita?

1.        Karena kita berharga di mata Tuhan (YESAYA 43 : 4a)
Kita ini berharga di mata Tuhan, tetapi banyak anak-anak Tuhan yang merasa tidak berharga, sehingga melakukan hal-hal negatif : memakai narkoba, dan  tidak menghargai tubuhnya sendiri. YES 43 : 4a, berkata ”Oleh karena engkau berharga di mata-Ku dan mulia, dan Aku ini mengasihi engkau.” Kita harus ingat bahwa kita ditebus dengan darah yang mahal, yaitu Darah Yesus. Jangan sia-siakan hidupmu dan  tubuhmu, karena engkau umat pilihan Allah. Yang membuat kita berharga bukan kekayaanmu, bukan uangmu, bukan kedudukanmu, tetapi Darah Yesus. Sebagai manusia yang berharga di mata Tuhan, kita mendapatkan perlindungan. Tetapi banyak anak Tuhan yang bertanya ”mengapa ikut Tuhan kok tidak ada perubahan, kok tidak diberkati? Perlindungan Tuhan akan kita nikmati hanya jika kita taat kepada perintah Tuhan. Salah satunya taat mengembalikan milik Tuhan (1/10 dari seluruh berkat kita). Kasih Tuhan tidak bersyarat, tetapi janjinya bersyarat, yaitu ada perjanjian dari kedua belah pihak. Tuhan tidak pernah ingkar janji, yang sering membuat perjanjian itu batal adalah manusianya itu sendiri.

2.        Karena kita adalah tubuh Kristus (1 KORINTUS 12 : 27).
Kita semua adalah anggota tubuh Kristus dan Yesus adalah kepala Gereja-Nya. Sebagai anggota tubuh Kristus, setiap orang diberikan karunia secara khusus (1 KOR 12 : 11). Tuhan mempersiapkan minimal satu panggilan untuk setiap kita. Jika karunia itu tidak dipakai untuk kemuliaan nama Tuhan, maka lama-lama akan hilang. Seperti kaki, jika tidak pernah dipakai akan mengecil & lumpuh. Lowongan untuk melayani Tuhan itu sangat banyak. Jadi lakukanlah segala sesuatu untuk Tuhan. Dalam tubuh Kristus ada tangan, ada kaki, jari, mata, dll. Sebagai anggota tubuh Kristus harus saling menopang, jangan terkena tipu daya iblis untuk saling menghancurkan & menjatuhkan. Dalam tubuh Kristus ada jantung, dan jantung dari tubuh Kristus adalah DOA. Jika dalam Gereja Tuhan tidak ada pendoa-pendoa, maka gereja itu akan mati. Pelayanan dalam tubuh Kristus bukan hanya yang terlihat, yaitu pelayanan yang naik ke mimbar, tetapi ada pelayanan lain yang tak terlihat, yaitu melalui DOA.

3.        Karena kita adalah rekan sekerja Allah. (KEJADIAN 1 : 26 & 28).
Kita adalah partner kerjanya Allah. Tuhan memberi kita mandat untuk memelihara dan mengelola alam semesta.Dipercaya oleh Tuhan karena diciptakan sempurna, yaitu segambar dan serupa dengan Allah. KEJ 1 : 26 & 28 adalah pendelegasian dari Tuhan buat kita. Yang berkuasa atas hidup kita ialah Tuhan. Sebagai rekan sekerja Allah ada janji perlindungan (MZM 91 : 9 – 12). Tuhan akan bekerja berdasarkan respon Saudara terhadap firman Tuhan. Jika engkau tidak merespon firman dengan baik, jangan harap engkau akan diberkati. Jadi jangan banyak menuntut kepada Tuhan, jika engkau tidak melakukan apa yang Tuhan kehendaki. Sebagai rekan sekerja Allah miliki proyek yang besar untuk Kerajaan Allah dalam segala sesuatu yang akan engkau capai, maka Saudara akan mengalami pengangkatan-pengangkatan yang dari Tuhan asalkan setia & taat. Supaya setiap lidah mengaku Yesus adalah Tuhan, dan setiap lutut bertelut menyembah Yesus. 1 PETRUS 2 : 9, ”Tetapi kamulah bangsa yang terpilih, imamat yang rajani, bangsa yang kudus, umat kepunyaan Allah sendiri, supaya kamu memberitakan perbuatan-perbuatan yang besar dari Dia, yang telah memanggil kamu keluar dari kegelapan kepada terang-Nya yang ajaib.” Berfungsilah di setiap bidang dimana Saudara ditempatkan. Jangan salahgunakan kepintaran, seperti orang yang menciptakan virus untuk merusak komputer. Sebagai warga negara jangan engkau bertanya apa yang negara bisa buat untuk saya, tetapi tanyakan pada dirimu, apa yang engkau bisa buat untuk negara. Kita harus berdoa dan bekerja untuk bangsa kita. Tuhan Yesus Memberkati
khotbah Ibu Gembala : Pdt.Nina Yonathan

SUKACITA


Nehemia 8 : 11, ”Lalu berkatalah ia kepada mereka : ”Pergilah kamu, makanlah sedap-sedapan dan minumlah minuman manis dan kirimlah sebagian kepada mereka yang tidak sedia apa-apa, karena hari ini adalah kudus bagi Tuhan kita! Jangan kamu bersusah hati, sebab sukacita karena Tuhan itulah perlindunganmu!  Sukacita karena Tuhan adalah perlindungan kita. Mengapa dikatakan bahwa sukacita karena Tuhan membuat satu perlindungan? Sukacita membuat kita sehat dan  penuh semangat/ antusias dalam menjalani hidup, tapi mengapa ada pelawak yang meninggal karena stroke?. Ayat 11 dari Nehemia 8 ini diberikan sebagai perintah ”Engkau harus menguduskan hari Tuhan.

Sukacita yang sesungguhnya yaitu ketika kita hidup di dalam Tuhan. Banyak orang yang bersukacita karena kekayaannya, karena uang, karena banyak hartanya, maka ia bersukacita. Saat ini tanyakan kepada dirimu ”apakah saya mudah marah jika tidak memiliki uang?” Jika iya, maka sukacitamu adalah sukacita semu, karena dibungkus dengan harta, bukan sukacita yang sesungguhnya, yaitu sukacita karena Tuhan.  Seringkali sukacita itu ada hanya ketika kita memiliki sesuatu, sukacita karena apa yang kita inginkan terpenuhi. Jadi mari kita koreksi diri apakah sukacita yang kita bangun berdasarkan keinginan yang kita capai? Jika iya, maka sukacitamu adalah sukacita palsu. Sukacita yang sesungguhnya dalam MZM 64 : 11 dikatakan ”Orang benar akan bersukacita karena Tuhan dan berlindung pada-Nya; semua orang yang jujur akan bermegah.”  Jadi sekiranya sukacitamu karena uang, maka engkau bukan orang benar. Iblis tidak akan dapat mencuri sukacita yang sejati, yaitu sukacita karena Tuhan. Sukacita yang palsu/semu akan mudah dicuri oleh iblis. WHY 6 : 4, ”Dan majulah seekor kuda lain, seekor kuda merah padam dan orang yang menungganginya dikaruniakan kuasa untuk mengambil damai sejahtera dari atas bumi, sehingga mereka saling membunuh, dan kepadanya dikaruniakan sebilah pedang besar.” Saat manusia tidak hidup dalam kebenaran firman, maka sukacita itu akan diambil dari hidup kita. Damai sejahtera suatu waktu akan hilang, karena sukacita semu adalah tipuan iblis.

Banyak orang harus pergi ke sana kemari melakukan ini dan  itu untuk memperoleh sukacita dan damai, sampai-sampai seorang pejabat melakukan korupsi, untuk menyukakan isteri dan anak-anaknya. Jadi anak-anak, engkau jangan terlalu banyak menuntut, lihat keadaan orang tuamu. Sukacita anak-anak Tuhan, yaitu ketika engkau dekat dengan Tuhan. Marilah kita bangun sukacita sejati dengan dekat kepada Tuhan, bukan sukacita semu. 2 KOR 13 : 11, ”Akhirnya saudara-saudaraku, bersukacitalah, usahakanlah dirimu supaya sempurna. Terimalah segala nasihatku! Sehati sepikirlah kamu, dan hiduplah dalam damai sejahtera; maka Allah sumber kasih dan damai sejahtera akan menyertai kamu!” Terimalah nasihat firman Tuhan untuk menjadi sempurna, dan terapkan firman itu lebih lagi, maka kita akan melihat karya Tuhan, dan  damai sejahtera dan sukacita itu akan seperti sungai yang mengalir.

”Allah, sumber damai sejahtera , menyertai kamu sekalian!” (RM 15 : 33). Akibat kita memiliki damai sejahtera yang dari Tuhan, maka Tuhan akan memberkati kita. Dekat dulu dengan Tuhan, baru diberkati. Firman Tuhan berkata ”kekayaan bangsa-bangsa akan menjadi milikmu, kekayaan dari seberang lautan akan datang kepadamu, ini adalah berkat bagi bangsa Israel, tetapi karena bangsa Israel tidak percaya Yesus adalah Tuhan, maka berkat itu dialihkan ke bangsa-bangsa lain. Jadi berkat itu anugerah, sehingga seharusnya  kita tidak perlu marah kalau kita tidak diberkati.

Belajarlah untuk dekat dengan Tuhan, karena Tuhanlah sumber sukacita dan damai sejahtera. Pada saat kita memiliki sukacita yang sejati, maka dalam keadaan apapun kita dapat berkata ”TUHAN YESUS BAIK.” Berikan waktu khusus bagi Tuhan, bukan waktu sisa/waktu kosong. FIL 4 : 9, ”...Allah sumber damai sejahtera akan menyertai kamu.” Jika Allah sendiri yang berkata bahwa Allah sumber damai sejahtera akan menyertai kita, maka kita akan mengalaminya. Jika tidak mengalami, itu karena engkau berjalan dengan kekuatanmu. MZM 16 : 11, ”Engkau memberitahukan kepadaku jalan kehidupan; dihadapan-Mu ada sukacita berlimpah-limpah...” Jalan bersama Tuhan, maka engkau akan selalu bersukacita. Di tangan kanan Tuhan ada nikmat senantiasa. Sekali lagi ”SUKACITA SEJATI ADALAH SUKACITA KARENA TUHAN ADA DALAM HIDUP KITA.” Tuhan Yesus memberkati.

Khotbah Gembala : Pdt. Semmy R. Yonathan

PERSEMBAHAN TUBUH SEBAGAI PERSEMBAHAN YANG BENAR


”Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah : itu adalah ibadahmu yang sejati. Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah : apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.” (RM 12 : 1 – 2). Orang yang dapat mempersembahkan tubuhnya sebagai persembahan yang benar, itu berarti ia sudah mengalami kemerdekaan, karena orang yang belum merdeka dalam Tuhan tidak akan pernah bisa mempersembahkan tubuhnya. Tuhan Yesus sudah terlebih dahulu mempersembahkan tubuhnya untuk menyelamatkan manusia. Ciri orang yang merdeka dapat dilihat dari reaksi / responnya ketika disakiti, apakah merespon dengan amarah, persungutan, atau balas dendam. Tuhan juga bisa sakit hati dan marah, tetapi Ia juga mengampuni. Orang yang sudah merdeka, maka ia tidak akan mudah sakit hati, sakit hati membuat orang tidak bebas dalam melayani Tuhan. Setiap Gereja Tuhan pasti diperlengkapi dengan minimal satu talenta untuk melayani Tuhan, tetapi mengapa Gereja Tuhan belum maksimal dalam melayani Tuhan? Karena masih sering kali ada iri hati, curiga, sakit hati. Tuhan menginginkan setiap kita menjadi alat Tuhan yang luarbiasa. Saudara mau untuk dimerdekakan? Jika kita merdeka, maka Tuhan akan buat berhasil segala sesuatu yang kita kerjakan.

Bangsa kita pun belum sepenuhnya merdeka, karena masih diperbudak oleh korupsi. Gereja Tuhan pun seperti itu, jika masih diperbudak oleh karakter buruk, diperbudak oleh dosa, maka engkau belum merdeka. Cobalah kita mulai koreksi diri, apakah kita sudah menjadi dampak yang baik bagi orang di luar Tuhan? Mempersembahkan tubuh itu berarti seluruh hidup kita dari kepala sampai ke kaki. Yang berbahaya adalah pikiran, jika belum dipersembahkan kepada Tuhan maka sangat berbahaya. Karena disitulah iblis bekerja. Kebanyakan kita tidak mempersembahkan tubuh ini lengkap. Dalam tubuh ada jiwa : perasaan, kehendak, jika belum dipersembahkan bagi Tuhan, maka engkau tidak akan dapat melakukan perkara yang besar bersama Tuhan. Tindak tanduk kita dikendalikan oleh pikiran kita.

Untuk dapat mempersembahkan tubuh sebagai persembahan yang benar dan  menjadi pribadi yang dimerdekakan, maka kita harus ingat bahwa :
1. Kita serupa dengan Allah (KEJADIAN 1 : 26 – 27).
Ubah pola pikir Saudara. Kita diciptakan Tuhan sempurna, oleh sebab itu mulailah pikirkan ”aku ini serupa dengan Tuhan.” Manusia sudah diberi kuasa, Tuhan menjadikan manusia penguasa / pengusaha atas bumi ini. Pola pikir yang buruk harus diubah, harus merdeka, jangan kuatir terus. Karena seperti yang engkau pikirkan, itulah yang akan terjadi. Dalam kehidupan suami-isteri pun demikian, pikirkan yang terbaik dan  positif. Tuhan tahu kelemahan saya dan  Saudara, tapi ingat ada Penolong kita, yaitu Roh Kudus. Jadi kemerdekaan itu harus dimiliki setiap kita agar dapat berfungsi dengan maksimal. Jadi untuk merdeka sadarilah bahwa kita diciptakan serupa dengan Tuhan.

2. Kita berharga di mata Tuhan (YESAYA 43 : 3 – 4).
Untuk dapat merdeka engkau harus memiliki rasa berharga di mata Tuhan. Sadarilah bahwa kita berharga dimata-Nya. Jadi hargai hidup Saudara, dalam berpakaian, pakailah pakaian yang sopan, dalam bersikap, dll. Untuk menjadi menarik tidak harus menjadi serupa dengan dunia ini, karena jika Gereja tidak berubah dunia tidak akan tertarik untuk datang kepada Tuhan. Dalam dunia usaha pun demikian, jadilah pengusaha yang takut akan Tuhan. Jangan memakai pola pikir dunia, bahwa kejujuran itu merugikan. Sebagai anak Tuhan jadilah pengusaha yang menjalankan prinsip-prinsip firman Tuhan. Jadilah murid Tuhan Yesus. Jika engkau tidak mau diajar, maka engkau bukan murid Tuhan Yesus. Firman disampaikan terus menerus karena belum ada perubahan dalam hidup Gereja, sehingga firman itu diajarkan secara berulang-ulang. Jika firman disampaikan itu berarti Tuhan sayang dan  Tuhan mau kita berubah 
3 Kita ini anak-anak Allah (YOHANES 1 : 12).
Kita harus mengerti status kita, sehingga dapat menjaga hidupmu dan sesuai dengan status yang sudah diberikan kepada kita sebagai anak-anak Allah. Misalnya anak seorang pejabat tinggi, tapi kelakuannya seperti perampok, maka akan menjadi cemooh bagi banyak orang. Taatlah kepada Allah sebagai Bapa kita, karena ketika kita taat, maka Bapa di Surga akan mencurahkan berkat, karena hubungan kita dengan Tuhan seperti seorang Bapa dengan anaknya.

4. Kita ini sahabat Allah (YOHANES 15 : 14 – 15).
Tuhan sendiri berkata bahwa kita adalah sahabat-Nya jika kita melakukan apa yang Tuhan perintahkan. Dengan sahabat kita dapat mencurahkan sampai sedalam-dalamnya isi hati kita, sahabat berbeda jika dengan teman. Kita pun tidak lagi disebut hamba, tetapi sahabat. Tuhan pasti memberi yang terbaik untuk sahabat-Nya.

6. Kita lebih dari pemenang (ROMA 8 : 37).
Seorang pemenang tidak lagi berperang, kita tinggal merebut kekuasaan. Medan peperangan itu adalah pikiran kita. Jika kita memiliki pola pikir ikut Tuhan itu susah, maka akan susah terus. Tetapi jika kita berpikir bahwa kita adalah umat pemenang bahkan lebih daripada pemenang, pasti kita akan menang. Seperti sebuah lirik lagu, ”hidupku hanya ditentukan oleh perkataan-Mu.” Jadi perkatakanlah firman Tuhan. Dan ingat Yesus dipakaikan mahkota duri karena itu sebagai tanda penebusan pikiran.

Untuk menjadi naik ke tingkat yang lebih tinggi, maka pikiran harus dikuasai oleh Roh Kudus, maka kita akan menyadari point-point di atas. Jangan menuntut lebih jika engkau tidak melakukan yang lebih. Jika engkau sudah memberikan perpuluhan, tetapi tidak menuai apa-apa, itu karena engkau belum mempersembahkan tubuh. Keluarlah dari kebiasaan burukmu. Firman Tuhan yang menentukan hidup dan  pikiran kita, maka kita akan menjadi orang yang berhasil. Kalau Saudara berpikir positif, maka pikiran positif itulah yang akan jadi. Saudara diangkat berdasarkan kapasitas cara berpikir Saudara. Tuhan Yesus memberkati.

Khotbah Ibu Gembala : Pdt. Nina Yonathan

PERSEMBAHAN YANG BENAR


Tahukah Saudara mengapa kita harus memberi persembahan? Dalam Mazmur 50 : 7 – 15, Asaf menuliskan bahwa Allah tidak membutuhkan persembahan kita, karena dunia dan segala isinya adalah milik-Nya, jika Ia membutuhkan sesuatu, Ia tidak perlu meminta kepada manusia. Tetapi mengapa kita harus memberi persembahan? Karena rutinitaskah atau kebiasaan yang diadakan dalam setiap ibadah atau karena malu jika tidak memberi persembahan oleh sebab melihat kanan-kirimu? Kita harus tahu mengapa harus memberi persembahan, yaitu sebagai ucapan syukur yang lahir dari hati (ayat 14), ”persembahkanlah syukur sebagai korban kepada Allah.”

Ketika di bait Allah Yesus pun memperhatikan setiap orang yang memasukkan uang ke dalam peti persembahan dan Yesus berkata kepada murid-murid-Nya bahwa seorang janda miskin yang memasukkan 2 peser memberi lebih banyak daripada semua orang yang memasukkan persembahan, karena ia memberi dari kekurangannya, bahkan semua yang ada padanya, yaitu seluruh nafkahnya. Jadi harus diingat bahwa ada sepasang mata yang memperhatikan kita ketika memasukkan uang ke dalam persembahan, yaitu Allah, Yesus sendiri melihat bagaimana ketika kita memberi bagi Tuhan.
Ada beberapa alasan orang-orang memberi persembahan, yang harus diingat adalah :

1. Persembahan itu bukan sumbangan.

Ingat bahwa persembahan bukanlah sumbangan. Persembahan itu sebagai korban ucapan syukur kepada Tuhan, bukan kepada manusia. Ketika Saudara menganggap memberi persembahan adalah sumbangan, maka Saudara akan memberi dengan asal-asalan, banyak orang memilih uang yang paling buruk dan sudak tidak layak diberikan kepada manusia atau bahkan tidak laku lagi untuk membeli sesuatu dan  memakainya sebagai persembahan. Ketika ini dilakukan sama halnya menista Tuhan. MALEAKHI 1 : 10, ”Sekiranya ada di antara kamu yang mau menutup pintu, supaya jangan kamu menyalakan api di mezbahKu dengan percuma. Aku tidak suka kepada kamu, firman Tuhan semesta alam, dan Aku tidak berkenan menerima persembahan dari tanganmu.” Ayat ini ada, akibat memberi bagi Tuhan dengan asal-asalan, sehingga engkau tidak mendapat apa-apa dari Tuhan. Persembahan itu harus dikhususkan, harus dipisahkan, dan beri yang terbaik dari seluruh uangmu, jangan yang paling buruk. MAZMUR 5 : 4, ”Tuhan, pada waktu pagi Engkau mendengar seruanku, pada waktu pagi aku mengatur persembahan bagi-Mu, dan aku menunggu-nunggu.” Daud tahu memberi persembahan yang terbaik dengan mempersiapkannya terlebih dahulu, bukan asal-asalan dan Daud tahu persis bahwa Allah berkenan akan persembahannya. Jadi janganlah Saudara memberi dengan asal-asalan dan menganggapnya sebagai sumbangan ketika mempersembahkan suatu persembahan, karena persembahan adalah satu ucapan syukur kita kepada Tuhan.

2. Persembahan itu bukan Sogokan.

Ada orang-orang yang melakukan money laundry untuk menutupi kejahatannya dengan mempersembahan uang hasil ketidakjujuran. Orang tersebut menyumbang ke gereja untuk melunakkan hati Tuhan dan membersihkan namanya dari dosa akibat melanggar firman Tuhan. Seperti yang dilakukan Saul dalam 1 SAMUEL 15, Saul mencari hormat dan tidak taat kepada perintah Tuhan untuk menumpas seluruh orang Amalek. Dan Ia menentang perintah Tuhan dengan mengambil dari jarahan itu semua yang terbaik yang harus ditumpas untuk mempersembahkan bagi Tuhan. Jadi jangan berkata untuk Tuhan, jika tidak berasal dari dasar hatimu.

3. Persembahan jangan dijadikan alat pelipatgandaan.
Ayat yang sering dipakai LUK 6 : 38 dan MALEAKHI 3 : 10, Jangan Saudara memberi persembahan sebagai alat pelipatgandaan. Jika itu yang menjadi motivasimu, maka engkau tidak akan memperoleh apa-apa. Persembahan adalah sikap hati dan motivasi. Tuhan tidak melihat jumlah, tetapi jika engkau memiliki penghasilan besar dan engkau mempersembahkan kepada Tuhan dengan nilai sangat kecil, bukankah itu tergolong orang kikir? Memberi jangan karena kasihan, tetapi harus memiliki belas kasihan. Jadi Tuhan melihat motivasi dan sikap hatimu
Memberi itu sifat Allah, jadi manusia harus melatih diri untuk dapat memberi. Jangan melihat kondisi, ketika engkau akan memberi,  karena engkau tidak akan pernah dapat memberi kepada orang lain atau kepada Tuhan.
Korban syukur bukan hanya uang, tetapi tubuh sebagai persembahan/ibadah sejati, yaitu memberi hidupmu untuk hidup benar. MAZMUR 50 : 23a, ”Siapa yang mempersembahkan syukur sebagai korban, ia memuliakan Aku.” Jadi dengan memberi persembahan, kita memuliakan Tuhan. Amin.

Khotbah Gembala : Pdt. Semmy R. Yonathan.

TEMPAT PERTEMPURAN KITA ADALAH PIKIRAN KITA


2 Korintus 10:4-5, ”Karena senjata kami dalam perjuangan bukanlah senjata duniawi, melainkan senjata yang diperlengkapi dengan kuasa Allah, yang sanggup untuk meruntuhkan benteng-benteng. Kami mematahkan setiap siasat orang dan merubuhkan setiap kubu yang dibangun oleh keangkuhan manusia untuk menentang pengenalan akan Allah. Kami menawan segala pikiran dan menakhlukannya kepada Kristus.” Dalam pertempuran dibutuhkan senjata, pasti ada yang menang dan ada yang kalah. Perlengkapan senjata yang akan digunakan harus dipersiapkan dengan baik, harus komplit dan harus mengetahui lokasi musuh yang dihadapi untuk menyusun strategi yang akan dipakai untuk menentukan dari sisi mana akan melakukan serangan. Senjata yang dipakai adalah senjata yang diperlengkapi dengan kuasa Allah, karena senjata ini yang dapat dipakai untuk meruntuhkan benteng-benteng yang dibangun dalam pikiran kita. Pikiran kita adalah tempat pertempuran karena keinginan daging/ keinginan mata. Banyak orang yang meninggalkan Tuhan dan menjual  Yesus karena pikirannya. Jangan sampai tanpa sadar pikiran kita dipakai menjadi tempat membangun kubu tanpa melibatkan Tuhan didalamnya, sehingga penuh dengan kekuatiran, ketakutan, kecemasan, dll. Dalam hidup kita sehari-hari, sejak bangun tidur setiap orang sudah menghadapi medan pertempuran dalam pikiran untuk melakukan ini dan itu. Kita memiliki Allah yang mampu menolong dan berbuat sesuatu yang besar, karena itu kita harus menawan segala pikiran dan menakhlukkannya di bawah pikiran Kristus.

Apakah pikiran Kristus itu? Pikiran Kristus adalah pikiran yang dilandasi oleh firman Tuhan. Manusia berbuat segala sesuatu agar pikiran menjadi tenang. Pikiran ini akan tenang jika kita mengisinya dengan firman Tuhan. Amsal 23 : 7a, ”Sebab seperti orang yang membuat perhitungan dalam dirinya sendiri demikianlah ia.” Dalam Alkitab versi King James dituliskan, ”Bagaimana orang berpikir dalam hatinya demikianlah ia.” Pikirkan yang baik. Kita harus mengisi pikiran ini dengan segala sesuatu tentang Allah. Karena pikiran adalah pemimpin/pelopor dari semua tindakan Saudara. Apa yang kita buat atau kita kerjakan dimulai dari apa yang kita pikirkan.

Roma 8 : 5, ”Sebab mereka yang hidup menurut daging, memikirkan hal-hal yang dari daging; mereka yang hidup menurut Roh, memikirkan hal-hal yang dari Roh.”Jika segala sesuatu tentang daging, tentang saya, keinginan saya, maka Saudara akan terjerat, kalau selalu berpikir bagaimana saya dipuaskan, maka engkau masih manusia daging. Oleh karena itu Roma 12 : 2 berkata ”Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah : apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.” Manusia Roh akan memikirkan hal-hal yang dari Roh, yaitu sesuatu yang Rohani. Kemana hidupmu akan dibawa? Hidup sebagai manusia Roh atau manusia daging.

Benteng-benteng yang dibangun melalui pikiranmu harus diruntuhkan. Jangan ketakutan yang dibangun dalam pikiranmu, maka engkau akan tahu membedakan mana kehendak Allah, yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna . Bangun hadirat Tuhan dalam pikiran kita. Kalau engkau menaruh firman Tuhan dalam pikiranmu, maka Saudara akan menjadi orang-orang yang antusias. Pikiran Saudara akan mempengaruhi segala sesuatu dalam hidupmu, bahkan masa depanmu. Sebagaimana dalam hal mengasihi, jika engkau tidak mengasihi dirimu sendiri, bagaimana engkau dapat mengasihi orang lain? Jika suami/isteri memiliki kebiasaan yang buruk, dan ia memperkatakan perkataan yang baik untuk benar-benar berubah, jika kebiasaan itu dilakukan lagi, jangan engkau menjatuhkan dengan perkataan yang melemahkan, tetapi pikirkan yang baik, dan dukung dengan perkataan yang baik untuk membangun. Karena musuh kita bukan darah dan daging (Efesus 6 : 12). Pekerjaan iblis adalah mendustai orang melalui pikiran-pikiran yang tidak baik (Yohanes 8 : 44), oleh karena itu milikilah hubungan yang baik dengan Tuhan. Demikian juga soal makanan, itu bergantung pada iman dan pola pikirmu Iblis mendustai pikiranmu untuk memperoleh apa yang ada di dunia ini, bahkan untuk membahagiakan rumah tangga dengan menyuntikkan pikiran-pikiran yang tidak benar.

Jangan suntikkan kepada suami/isterimu hal-hal yang tidak benar. Allah telah menyediakan hal-hal yang terbaik, tetapi ketika pikiranmu tidak mendukung, kita bisa menjadi orang yang ngoyo dan lemah. Iblis menyerang pikiran dengan cara-cara yang licik, sehingga engkau menjadi bimbang dan ragu.

2 Korintus 10 : 5, Firman Tuhan berkata, ”Kami mematahkan setiap siasat orang dan merubuhkan setiap kubu yang dibangun oleh keangkuhan manusia...” Seringkali tanpa sadar kita dipakai iblis untuk membuat isteri/suami menjadi lemah. Oleh karena itu takhlukkan pikiranmu dan taruh firman dalam pikiranmu.

Yohanes 8 : 31 – 32, Pada waktu kita hidup dalam kebenaran Allah, kita adalah murid-murid Tuhan dan kebenaran itu yang memerdekakan Saudara. Firman Tuhan yang akan memerdekakan kita. Seperti apa yang engkau pikirkan, seperti itu yang akan terjadi. Tuhan mengubah dari yang tidak mungkin menjadi mungkin, yang tidak bisa menjadi bisa. Jangan pikiranmu menjadi medan pertempuran dimana engkau selalu kalah, tetapi menjadi merdeka di dalam Tuhan. Mengapa kita harus menundukkan pikiran kita kepada Kristus dan mengisinya dengan firman? Karena firman Tuhan itulah yang memerdekakan kamu. TUHAN YESUS MEMBERKATI.

Khotbah Gembala : Pdt. Semmy R. Yonathan

PERJANJIAN BERKAT ALLAH TIDAK TERPENGARUH OLEH KRISIS


”Langit dan bumi akan berlalu, tetapi perkataan-Ku tidak akan berlalu.” (Lukas 21 : 33). Firman Allah adalah perkataan Allah, yaitu perjanjian Allah kepada saya dan Saudara. Dalam Alkitab banyak sekali janji-janji berkat, bagi kita. Pada waktu mengenal Tuhan dan lahir baru, maka kita masuk dalam perjanjian dengan Allah. Tuhan menanggung keselamatan kita di bumi dan di surga, inilah janji Allah. Janji ini hanya bisa dinikmati bagi mereka yang hidup dalam perjanjian dengan taat dan melakukan kehendak Tuhan, tetapi jika kita terobos/kita langgar, maka kita sama halnya membatalkan perjanjian itu. Berkat Allah dicurahkan justru ketika keadaan krisis, bahkan kemarau sekalipun jika kita hidup dalam perjanjian itu, maka berkat Tuhan akan dicurahkan.

Allah justru memilih masa ”krisis” untuk memberkati orang-orang pilihan-Nya. Karena Allah mau membuktikan bahwa Dia lebih dari segala sesuatu dan ia lebih dari sanggup untuk mencukupi kebutuhan umat-Nya. Contoh bagaimana berkat Tuhan dicurahkan ketika masa krisis, yaitu :

1. KEJADIAN 12 : 9 – 10 (ABRAHAM)
Ketika Abram dipanggil Tuhan untuk keluar dari negerinya ke negeri yang akan Tuhan tunjukkan, Abram justru menemui kelaparan yang hebat di tanah Mesir. Mungkin jika kita menjadi Abram, banyak tanda tanya dalam pikiran kita. Inilah pertanyaan banyak anak-anak Tuhan ”Kok ikut Tuhan malah susah. Ketika akan belajar taat kepada Tuhan, ko justru datang masalah, justru kekurangan. Mengapa demikian?’ Berkat Tuhan akan dicurahkan dalam masa krisis, jika kita tidak menyimpang ke kanan & ke kiri. Kejadian 13 : 2 ”Adapun Abram sangat kaya, banyak ternak, perak dan emasnya.” Ini terjadi ketika Abram tidak mengeluh, tidak menyalahkan Tuhan ketika masa kelaparan hebat terjadi, dan ia tetap setia hidup dalam perjanjian itu, maka berkat Tuhan digenapi.

Demikian juga dalam dunia pertanian, meskipun tidak ada hujan, Tuhan sanggup memberkati karena bukan hujan yang menentukan berkat itu, tetapi Tuhan. Justru melalui masa krsisis Abraham dapat menikmati berkat luarbiasa.

2. KEJADIAN 26 : 1 (ISHAK)
Ishak juga mengalami hal yang sama seperti yang dialami Abraham, karena setiap generasi harus memiliki pengalaman dengan Tuhan secara pribadi. Ishak pergi ke Filistin menemui Abimelekh, lalu Tuhan menampakkan diri kepadanya dan berfirman supaya Ishak tidak pergi ke Mesir karena Tuhan akan memberkatinya di negeri itu. Berkat Tuhan ditentukan ketika kita hidup dalam perjanjian Tuhan. Ketika Abraham diperintahkan tetap tinggal, ia taat dan tetap tinggal dan Ishak mengikuti jejaknya. Dan dalam Kejadian 26 : 12 – 14 dituliskan bahwa dalam keadaan kering itu Ishak menabur di tanah itu dan dalam tahun itu juga ia mendapat hasil 100 x lipat. Ia menjadi semakin kaya dan sangat kaya bahkan banyak ternaknya, sehingga orang Filistin cemburu kepadanya.

Sebagaimana halnya batang singkong yang dibiarkan begitu saja dapat tumbuh, sedangkan yang ditanam mati, karena hidup ini ada dalam kedaulatan Tuhan dan yang memberi pertumbuhan adalah Tuhan, jika Tuhan berkata ”tumbuh”, maka akan tumbuh, jika tidak maka akan mati, seperti Paulus dan Apolos punya spesifikasi yang berbeda, Paulus menanam, Apolos menyiram, tetapi Allahlah yang memberi pertumbuhan. Jadi tidak ada yang bisa membanggakan diri. Yang harus dibanggakan adalah Tuhan. Perkataan Allah, yaitu firman Allah tidak akan pernah hilang dan tidak akan berlalu

3. YAKUB
Ketika di Kanaan terjadi kelaparan semua orang membeli bahan makanan ke Yakub dengan menjual harta ataupun ternaknya, sehingga persediaan habis dan pergilan anak-anak Yakub serta Yakub ke mesir. Ketika banyak orang mengalami krisis dan kesusahan luar biasa, Allah justru memberkati Yakub. Jadi apapun dan bagaimana pun keadaannya kita harus tetap hidup dalam kebenaran. Pada waktu kita hidup dalam Kebenaran, maka dunia akan melihat, karena hidup selalu diawasi oleh banyak orang. Pada waktu seseorang hidup dalam perjanjian Allah dan tidak kompromi dengan dunia, maka akan banyak pergunjingan-pergunjingan, tetapi suatu saat dunia akan tercengang karena kita akan diangkat oleh Tuhan.

YESAYA 60 : 1, ”Bangkitlah, menjadi teranglah, sebab terangmu datang, dan kemuliaan Tuhan terbit atasmu.” Biarpun digunjingkan oleh orang asal hidup seperti Yesus dalam perkataan dan  perbuatan, dan perhatikan baik-baik ketika kita bangkit dan menjadi berkat, Tuhanlah memunculkan kemuliaan-Nya atasmu. Lakukan bagian Saudara dan Allah akan melakukan bagian-Nya. Tuhan Yesus memberkati.

Khotbah Gembala : Pdt. Semmy R. Yonathan.

JANGAN KALAH DENGAN GAGAK


Elia hidup pada masa pemerintahan raja Yehuda. Ahab yang menjadi raja pada waktu itu, melakukan apa yang jahat di mata Tuhan. Terjadilah pembunuhan nabi-nabi Allah, dan Elia adalah nabi yang selamat dari pembunuhan. Berkatalah Elia kepada Ahab bahwa tidak akan turun hujan, bahkan embun pun tidak akan ada selama 3,5 tahun, kecuali kalau Elia katakan. Kemudian datanglah firman Tuhan kepada Elia, Tuhan memerintahkan Elia pergi bersembunyi di tepi sungai Kerit. Elia dapat minum dari sungai itu dan Tuhan telah memerintahkan burung-burung gagak untuk membawa roti dan daging pada waktu pagi dan petang. Ini bukti bahwa Tuhan bertanggung jawab sepenuhnya atas hidup Elia.

Tahukah Saudara sifat dari burung gagak? Burung gagak memiliki sifat yang sangat buruk, bahkan sama sekali tidak ada yang baik dari burung gagak, kelebihannya memiliki badan yang besar dan cakram yang kuat. Burung ini rakus dan tidak tahu berbagi, tetapi mengapa Tuhan memakai burung gagak bukan binatang lainnya? Kita harus belajar dari burung gagak yang berperangai buruk, tetapi ketika mendengar perintah Tuhan burung gagak itu langsung taat dan melakukan apa yang Tuhan perintahkan kepadanya. Burung gagak melakukan apa yang diperintahkan Tuhan dengan setia, pagi dan petang ia membawa roti dan daging bagi Elia. Bahkan burung itu tidak mengambil sedikit pun apa yang menjadi bagian Elia. Ia tahu bagian yang bukan menjadi miliknya, sehingga tidak mengambil sedikit pun roti dan daging yang diperuntukkan bagi abdi Allah itu.

Bagaimana dengan manusia? Apakah manusia setelah mendengar perintah Tuhan, langsung melakukan dengan setia dan taat seperti burung-burung gagak yang diperintah oleh Tuhan itu atau malah sebaliknya? Pada kenyataannya sering kita temui banyak orang yang telah mendengar perintah Tuhan, tetapi mereka dengan sengaja mengabaikannya, bahkan banyak orang yang bersifat serakah, sehingga mengambil bagian yang bukan miliknya. Manusia berani korupsi dan mengambil bagian yang menjadi milik Tuhan, meskipun telah mendengar perintah Tuhan melalui firman. Manusia harus belajar dari burung gagak dan seharusnya menjadi malu, ketika tahu bahwa burung gagak bisa berubah menjadi setia, taat dan tahu berbagi setelah diperintah oleh Tuhan.

Jadi jangan kalah dengan burung gagak. Binatang buas bisa taat kepada perintah Tuhan. Jika mendengar perintah Tuhan jangan melawan atau membangkang, jangan mengambil keputusan sendiri, ikut apa kata Tuhan. Dengan ikut apa kata Tuhan, akan membuat umat Tuhan berbahagia. Berbahagia dalam hal apa?

1. Tuhan Memerintahkan Kemenangan

Burung gagak ketika setia dan taat kepada perintah Tuhan, sifat buruknya yang serakah dan egois tidak ada lagi. Burung-burung itu menjadi burung yang taat dan setia memperhatikan Elia. Manusia pun demikian, jika mau ikut apa kata Tuhan dan mengikuti perintah Tuhan dengan setia, maka engkau akan diubahkan, keadaanmu juga akan berubah menjadi lebih baik lagi. Ketika mendengar perintah Tuhan dan  tidak mau melakukannya, dapat dikatakan bahwa orang tersebut tidak percaya kepada Tuhan. Orang yang percaya pasti taat kepada siapa yang memberi perintah. YEREMIA 7 : 23, ”hanya yang berikut inilah yang telah Kuperintahkan kepada mereka : Dengarkanlah suara-Ku, maka Aku akan menjadi Allahmu dan kamu akan menjadi umat-Ku, dan ikutilah seluruh jalan yang Kuperintahkan kepadamu, supaya kamu berbahagia!” Allah menjamin kebahagiaan bagi semua yang turut perintah-Nya. Berbahagia seperti apa? Mazmur 44 : 4, ”Sebab bukan dengan pedang mereka menduduki negeri, bukan lengan mereka yang memberikan mereka kemenangan, melainkan tangan kanan-Mu dan lengan-Mu dan cahaya wajah-Mu, sebab engkau berkenan kepada mereka.” Kebahagiaan yang Allah berikan adalah kemenangan dalam segala hal, baik karakter, sifat, maupun keadaan, Allah akan membuka jalan yang tertutup.

2. Tuhan Perintahkan Berkat (UL 28 : 8)

Setelah Tuhan memberikan kemenangan, maka berkat akan Tuhan perintahkan kepada orang yang mau melakukan perintah-Nya dengan setia.

3. Ada perlindungan (UL 32 : 12).

Tuhan akan membuat pagar perlindungan untuk melindungi segala berkat kita. Tuhan sendiri yang akan menuntun hidup kita dan bersama Tuhan kita akan menjadi umat pemenang. Tidak ada suatu apapun yang dapat mencuri berkat kita, jika Tuhan yang melindungi. Dan malaikat-Nya akan diperintahkannya untuk menjaga engkau sepanjang jalanmu. TUHAN YESUS MEMBERKATI.

Khotbah Gembala : Pdt. Semmy R. Yonathan.

TINGGAL DALAM HADIRAT ALLAH DAN BERBUAH

“Ah, kiranya aku seperti dalam bulan-bulan yang silam, seperti pada hari-hari, ketika Allah melindungi aku, ketika pelita-Nya bersinar di atas kepalaku, dan di bawah terang-Nya aku berjalan dalam gelap; seperti ketika aku mengalami masa remajaku, ketika Allah bergaul karib dengan aku di dalam kemahku;” (Ayub 29:2-4).

Tinggal dalam hadirat Tuhan adalah bagian yang sangat penting di dalam hidup kita setiap hari. Di dalam hadirat Tuhan kita mengalami aliran hidup yang dari Tuhan menjadi kekuatan kita dalam melakukan kehendak-Nya. Kemenangan kita dalam menghadapi tantangan kita raih di dalam hadirat-Nya. Dan orang yang yang tinggal dalam hadirat Tuhan dengan benar akan menghasilkan buah Roh Kudus dari hidupnya. Ayub adalah contoh yang patut kita tiru sebagai orang yang diam dalam hadirat-Nya dan menghasilkan buah yang manis bagi orang yang ada di sekitarnya.

Ayub adalah seorang yang membangun keintiman dengan Tuhan. Dia tinggal dalam hadirat Tuhan. Kehadiran Allah dan terang-Nya yang menaungi hidup Ayub sangat nyata. Sebelum Ayub mengalami penderitaan akibat serangan iblis, dia hidup dalam keintiman dengan Allah. Ayub ada di bawah naungan hadirat Tuhan, dalam terang dan hikmat-Nya, hidup dengan mengenakan pikiran yang selaras dengan pikiran Allah. Hidupnya dibangun dan dirawat dalam pola yang sedemikian mengingini Tuhan dan mengalami pengalaman nyata bersama Tuhan.
Pada masa-masa itu naungan hadirat Allah atas Ayub sangat dirasakan orang lain. Kehidupannya adalah seperti pohon yang akarnya tembus sampai dalam, yang mencapai air kehidupan yang melimpah. Rantingnya dinaungi embun surgawi yang menghadirkan kesejukan dan kesuburan, sehingga buahnya lebat.
“Akarku mencapai air, dan embun bermalam di atas ranting-rantingku. Kemuliaanku selalu baru padaku, dan busurku kuat kembali di tanganku.” (Ayub 29:19-20).

Keteladanan Ayub yang dinaungi hadirat Tuhan dapat kita lihat dari satu pasal dalam Kitab Ayub 29.

1. Di Kalangan Tokoh Masyarakat
Ayub menjadi seorang yang sangat terpandang. Ketika dia duduk di pintu gerbang kota, semua pemuka kota sangat menghormati wibawanya. Hadirat Tuhan yang menyertainya begitu nyata. Ayub menghadirkan pengaruh keintiman hidupnya bersama Allah atas lingkungannya dengan begitu nyata. Keteladanan hidupnya yang saleh dan benar mendatangkan rasa hormat dari orang-orang yang mengenalnya. Ucapannya yang digarami hikmat, dan perilakunya yang menjadi teladan merupakan buah dari keintiman dengan Tuhan.
“Apabila aku keluar ke pintu gerbang kota, dan menyediakan tempat dudukku di tengah-tengah lapangan, maka ketika aku kelihatan, mundurlah orang-orang muda dan bangkitlah orang-orang yang sudah lanjut umurnya, lalu tinggal berdiri; para pembesar berhenti bicara, dan menutup mulut mereka dengan tangan; suara para pemuka membisu, dan lidah mereka melekat pada langit-langitnya;” (Ayub 29:7-10).

2. Di Kalangan Orang Miskin dan Sengsara
Ayub menjadi tempat bagi orang sengsara dan miskin dapat memperoleh naungan dan pertolongan. Hati bapa yang ada padanya menaungi orang yang kehilangan naungan. Ayub hidup dalam standar kebenaran dan keadilan, dan menjadi penopang yang lemah; sebagai mata yang melihat bagi orang buta, dan kaki yang berjalan bagi orang yang lumpuh. Ayub menghadirkan jawaban Allah bagi kebutuhan orang yang mencari pertolongan Tuhan. Karakteristik Ayub membawa dampak dan perubahan kepada kehidupan masyarakat kecil dan lemah.
“Karena aku menyelamatkan orang sengsara yang berteriak minta tolong, juga anak piatu yang tidak ada penolongnya; aku mendapat ucapan berkat dari orang yang nyaris binasa, ...; aku menjadi mata bagi orang buta, dan kaki bagi orang lumpuh; aku menjadi bapa bagi orang miskin, dan perkara orang yang tidak kukenal, kuselidiki. Geraham orang curang kuremuk, dan merebut mangsanya dari giginya.” (Ayub 29:12-17).

3. Memberikan Kesegaran Hidup dan Pengharapan
Ayub membawa kesejukan dan kesegaran bagi orang yang menantikannya. Karena apa yang dikatakannya mendatangkan kehidupan dan harapan bagi pendengarnya. Ayub menyampaikan perkataannya dari hati yang tulus dan dari praktek yang konsisten setiap hari. Apa yang dia perkatakan diterapkannya sebagai gaya hidupnya yang alami. Kehadirannya mengubahkan orang yang dalam penderitaan mengalami cahaya wajah yang membangkitkan semangat. Kehadirannya membawa inspirasi dan harapan baru yang terbit.
“Kepadakulah orang mendengar sambil menanti, dengan diam mereka mendengarkan nasihatku. Sehabis bicaraku tiada seorang pun angkat bicara lagi, dan perkataanku menetes ke atas mereka. Orang menantikan akuseperti menantikan hujan, dan menadahkan mulutnya seperti menadah hujan pada akhir musim. Aku tersenyum kepada mereka, ketika mereka putus asa, dan seri mukaku tidak dapat disuramkan mereka.” (Ayub 29:21-24).

4. Seorang yang Visioner
Ayub menghadirkan visi dan arahan bagi orang lain untuk bergerak ke arah tujuan Illahi. Kehidupannya yang berjalan di bawah terang Tuhan yang menaungi dan menuntunnya, membuat Ayub menjadi orang yang menginspirasi orang lain untuk hidup bagi tujuan Allah. Dia menjadi orang yang dipakai Tuhan membukakan bagi orang lain masa depan dan tujuan hidup yang benar di dalam Tuhan.
“Aku menentukan jalan mereka dan duduk sebagai pemimpin; aku bersemayam seperti raja di tengah-tengah rakyat, seperti seorang yang menghibur mereka yang berkabung.” (Ayub 29:25).

GAYA HIDUP KONSISTEN
Mengapa Ayub konsisten hidup dalam naungan hadirat-Nya dan berbuah manis bagi orang di sekitarnya? Ayub membangun hidup yang saleh dan fokus kepada Tuhan. Itulah yang membuatnya dapat menikmati tinggal dalam hadirat Tuhan. Dia tidak kompromi dengan dosa dan keinginan daging. Dia tegas dengan matanya, tidak membiarkan perkara yang akan mencemari masuk ke dalam pikirannya. Mata yang dijaga untuk tidak tercemari membuatnya bisa fokus kepada Tuhan. Hasilnya adalah langkah hidup Ayub selalu berjalan mengikuti langkah Tuhan. Ayub menyadari bahwa dirinya adalah seorang yang telah dipilih jadi milik Tuhan, jadi umat kudus bagi Allah. Ayub juga berpandangan jauh memandang kepada kekekalan. Dia menantikan bagian warisan yang Allah sediakan dalam kemuliaan surgawi. Milik pusaka dari Allah adalah harta hakiki yang paling bermakna, Ayub tahu hal itu dengan jelas.
“Aku telah menetapkan syarat bagi mataku, masakan aku memperhatikan anak dara? Karena bagian apakah yang ditentukan Allah dari atas, milik pusaka apakah yang ditetapkan Yang Mahakuasa dari tempat yang tinggi?” (Ayub 31:1-2).

Sebagai seorang yang dimiliki Allah, dia tahu mata Tuhan mengamatinya, maka setiap langkahnya dia perhitungkan agar selaras dengan identitasnya sebagai milik Allah. Mata yang tidak fokus dapat diserongkan oleh bujukan yang membuat terlena. Ayub tegas untuk melangkah di jalan Tuhan, dia sangat menyadari bahwa langkahnya diperhatikan oleh Tuhan.
“Bukankah kebinasaan bagi orang yang curang dan kemalangan bagi yang melakukan kejahatan? Bukankah Allah yang mengamat-amati jalanku dan menghitung segala langkahku?” (Ayub 31:3-4).
“Setiap langkahku akan kuberitahukan kepada-Nya, selaku pemuka aku akan menghadap Dia.” (Ayub 31:37).
“Karena Ia tahu jalan hidupku; seandainya Ia menguji aku, aku akan timbul seperti emas. Kakiku tetap mengikuti jejak-Nya, aku menuruti jalan-Nya dan tidak menyimpang. Perintah dari bibir-Nya tidak kulanggar, dalam sanubariku kusimpan ucapan mulut-Nya.” (Ayub 23:10-12).

Ketika Ayub harus menghadapi serangan iblis yang menghancurkan hidupnya, dia menang dan kehidupannya dipulihkan Tuhan dua kali lipat dari keadaan sebelumnya.
“Lalu TUHAN memulihkan keadaan Ayub, setelah ia meminta doa untuk sahabat-sahabatnya, dan TUHAN memberikan kepada Ayub dua kali lipat dari segala kepunyaannya dahulu.” (Ayub 42:10).

Karena itu mari kita mengikuti teladan Ayub dalam membangun hidup yang intim, diam dalam hadirat Tuhan, dan menghasilkan buah bagi orang yang ada di sekitar kita.

Dua hal penting yang dapat kita teladani dari Ayub adalah:
1. Ayub sangat menghargai hadirat Tuhan lebih dari perkara penting lainnya.
    Gairah untuk selalu berada dalam naungan hadirat-Nya yang membawa terang Illahi, kekuatan dan hikmat, membuat hidupnya dialiri hidup Illahi yang melimpah keluar sehingga menjamah orang lain. Dia jadi“pohon kehidupan” yang tidak berhenti menghasilkan buah yang manis untuk dinikmati orang yang ada di sekitarnya.

2. Ayub sangat konsisten menjaga langkahnya untuk berjalan di jalan Tuhan.
    Ia tetap melangkah selaras dengan tuntunan Tuhan menuju ke tujuan Illahi (divine destiny). Dia dengan tegas menjaga matanya tetap jernih memandang kepada Tuhan. Dengan disiplin dan penyangkalan diri, matanya tidak dibiarkan jadi pintu pencemaran kepada pikiran dan keinginan daging. Akibatnya dia mudah untuk tenggelam dalam hadirat Allah saat menyembah Tuhan setiap saat.

Pergumulan umat Tuhan hari-hari ini adalah sulitnya masuk dalam hadirat Tuhan dan tenggelam di dalamnya, karena pikirannya dipenuhi dengan banyak hal duniawi yang keruh. Ayub tegas memelihara kejernihan dengan hidup yang konsisten berfokus kepada Tuhan.

Karena itu kita harus membawa hati yang murni dan pikiran yang fokus untuk menginginkan dengan kerinduan untuk diam dalam hadirat Tuhan. Kita membawa kepada Tuhan hati yang selalu rindu akan Tuhan, dan mengasihi-Nya dalam ketulusan. Hati yang seperti ini yang membawa kita masuk ke dalam hadirat-Nya.

sumber: Hmministry 



Raja berhati hamba dan hamba bermental raja

YOHANES 13 : 15, " Sebab Aku  telah memberikan  teladan kepada kamu, supaya kamu juga berbuat sama seperti yang telah Ku perbuat kepadamu." Ini adalah perkataan Yesus sendiri, bahwa Ia telah memberikan suatu teladan dan Yesus menghendaki supaya setiap kita melakukan seperti yang sudah Yesus kerjakan. Siapa sih Yesus itu? Mengapa harus meneladani Dia? Dalam YOH 18 : 37, " Maka kata Pilatus kepada-Nya : " jadi Engkau adalah raja?" Engkau mengatakan, bahwa Aku adalah raja. Untuk itulah Aku lahir dan untuk itulah Aku datang kedalam dunia ini, supaya Aku memberi kesaksian tentang kebenaran; setiap orang yang berasal dari kebenaran mendengar suara-Ku."   Dari pernyataan Yesus tersebut, sangat jelas bahwa Yesus adalah seorang Raja. Dalam MAT 28 : 18, dikatakan " Yesus mendekati mereka dan berkata : "Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa disorga dan dibumi," Yesus adalah Raja, pemimpin yang sangat berkuasa dan punya otoritas, jadi sudah seharusnya diteladani.      

Rasul paulus berkata, "Ikutilah teladanku, karena aku meneladani Kristus." Paulus mengajarkan supaya meneladani apa yang dikejakan Paulus, karena ia meneladani Kristus, sekarang apa yang engkau teladani dari hidup Yesus dalam hidupmu? jika Yesus berkata ikutilah teladan-Ku, maka kita harus meneladani Dia, karena Yesus bukan hanya sekedar Raja, tetapi Raja diatas segala Raja. 

Figur Yesus sebagai Raja yang berhati hamba.
Meskipun Yesus seorang Raja, dilihat dari sikap, tindakan-Nya dan apa yang Yesus kerjakan, Ia adalah Raja yang berhati hamba. Yesus adalah raja yang meninggalkan tahta-Nya dan kehormatan-Nya sebagai Allah, untuk  menjadi seorang hamba, bahkan Ia rela lahir di kandang domba. Adakah diantara saudara yang lahir atau mau lahir dikandang domba? tentu tidak ada diantara kita yang mau lahir dikandang domba. Tetapi Yesus mau menrendahkan diri-Nya mengambil rupa seorang hamba. Seorang raja didunia hidupnya selalu dilayani oeh pelayan-pelayan raja, tetapi Ia datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani. Yesus pun menginginkan setiap kita serperti Dia.

Wahyu 3 : 20, "lihat Aku berdiri dimuka pintu dan mengetok; jika ada  orang yang mendengar suara-Ku dan membukakan pintu, Aku akan masuk mendapatkannya dan Aku  makan  bersama-sama dengan dia, dan ia bersama-sama Aku." Seorang Raja di dunia ini, akan meminta utusannya untuk mengetok pintu, jika datang kerumah seseorang, tetapi Yesus yang datang sebagai Raja, Ia mau mengetok pintu. Ini bukti bahwa Yesus adalah Raja yang berhati hamba. Ketika kita menerima Dia sebagai seorang hamba, karakter seorang Raja itu muncul. Yesus telah memberi teladan, bahwa Ia seorang Raja yang berhati hamba, kita tidak ada apa-apanya, bahkan untuk  menjadi hamba dari seorang Raja seperti Yesus kita tidak layak. Meskipun demikian Yesus yang menghendaki setiap kita untuk menjadi seorang pelayan yang bermental Raja. Seorang Raja tidak pernah meminta-minta.

Yesus adalah seorang Raja, jadi tidak mungkin anak Raja hidupnya dibiarkan meminta-minta. Oleh sebab itu bangunlah mentalmu menjadi mental seorang Raja, memiliki keyakinan bahwa kita dipelihara oleh Tuhan. Wahyu 5 : 10, "Dan Engkau telah membuat mereka menjdi suatu kerajaan, dan menjadi imam-imam bagi Allah kita, dan mereka memerintah sebagai Raja di bumi."
1 Petrus 2 : 9, "Tetapi kamulah bangsa yang terpilih, imamat yang rajani, bangsa yang kudus, umat kepunyaan Allah sendiri, supaya kamu memberitakan perbuatan-perbuatan yang besar dari Dia, yang telah memanggil kamu keluar dari kegelapan kepada terang-Nya yang ajaib,"  Anak Raja benar - benar harus berkerajaan, bermental jelas. Ingat, apa yang tidak kita punya, Allah sanggup menyediakannya. Allah telah sediakan yang terbaik. mengapa harus kuatir, mengapa harus takut?.
Markus 10 : 42 - 43, "Tetapi Yesus memanggil mereka lalu berkata: "Kamu tahu, bahwa mereka yang disebut pemerintah bangsa-bangsa memerintah rakyatnya dengan tangan besi, dan pembesar-pembesarnya menjalankan kuasanya dengan keras atas mereka. Tidaklah demikian di antara kamu. Barangsiapa ingin menjadi besar di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu." Bertolong-tolongan adalah hukumnya Tuhan, dan dibalik itu ada berkat besar yang Tuhan sediakan. Ingat berkat seorang Raja, upahnya adalah harta karun yang terpendam, berkat dari seberang lautan, dari bangsa-bangsa, kekayaan dari seberang lautan akan diberikan kepada kita. kita punya Allah yang besar. 1 Petrus 4 : 10."Layanilah seorang akan yang lain, sesuai dengan karunia yang telah diperoeh tiap-tiap orang sebagai pengurus yang baik dari kasih karunia Allah." jadi layanilah Tuhan dengan baik, pekerjaan kita mungkin masih kecil, tetapi miliki mental Raja. Setia dalam perkara kecil, maka Tuhan akan percayakan perkara besar. Belajar cukupkanlah dirimu dengan apa yang ada padamu.

Galatia 5 : 13, " Saudara-saudara, memang kamu telah dipanggil untuk merdeka. Tetapi janganlah kamu mempergunakan kemerdekaan itu sebagai kesempatan untuk kehidupan dalam dosa, melainkan layanilah seorang akan yang lain oleh kasih."  Layani saja Tuhan, taati Tuhan, Tuhan bertanggung jawab atas kehidupan kita. Mental Raja bukan mental yang sombong, karena Yesus teladan kita. Yang melayakkan kita meneladani Yesus, yaitu kematian-Nya. Kematian Yesus mendongkrak kita dari kehidupan yang kotor seperti lumpur. Orang bermental Raja itu pasti sudah merdeka, tetapi jangan pergunakan kemerdekaan itu untuk berbuat dosa. Tuhan Yesus memberkati.

Ringkasan Khotbah Gembala : Pdt. Semmy R. Yonathan 

setia

Markus 10 : 35 – 40, dalam kondisi batin dan jiwa yang tertekan karena harus menghadapi yang namanya kalvari, seperti yang di tulis dalam ayat 32 ( Perkataan Yesus tentang penderitaan-Nya  yang diberitahukan berulang-ulang menandakan bahwa itu sangat penting dan akan segera terjadi ) murid – murid Yesus justru meminta  jabatan dan kedudukan yang tinggi. Yohanes dan Yakobus adalah saudara Yesus. Sebenarnya apa yang mereka minta itu wajar, karena mereka sudah meninggalkan segalanya demi mengikut Yesus, Mereka sudah memberikan semuanya kepada Tuhan. Ketika itu mereka sedang memperbincangkan tentang siapa yang lebih besar di antara  mereka. Jawab Yesus atas permintaan Yakobus dan Yohanes, bukan dengan kata ya atau tidak, tetapi Yesus menjawab dengan kalimat,  “ kamu tidak tahu apa yang kamu minta. Dapatkah kamu meminum cawan yang harus Ku minum…..” ( ayat 38). Ketika itu mereka spontan menjawab dengan kata : “ kami dapat .“  Mereka tidak ragu menjawab demikian karena mereka focus kepada apa yang mereka inginkan, tanpa berfikir untung ruginya. Mengapa demikian? Karena ada berkat rohani yang Tuhan siapkan bagi mereka. Tetapi di ayat 40 Yesus berkata bahwa tentang duduk disebelah kanan atau kiri  Yesus, akan diberikan kepada orang-orang bagi siapa itu telah disediakan. Dalam hal ini saya mau menyampaikan tentang kesetiaan, bahwa kesetiaan itu lebih penting, lebih berharga dan lebih mahal nilainya dari segala yang ada di muka bumi. Jika saudara belum setia seperti ke-12 murid Yesus, jangan engkau meminta sesuatu yang lebih besar. Karena apabila orang yang tidak setia diberkati, maka ia akan menjadi orang yang sombong. Tuhan tidak akan memberkati orang yang sombong. Yohanes dan Yakobus setiap hari selama 3,5 tahun bersama dengan Yesus. Yesus memilih murid-murid dengan latar belakang yang berbeda. Apa yang diminta murid-murid Tuhan pasti diberikan, karena Tuhan tidak pernah berhutang, justru kita yang berhutang banyak kepada Tuhan, berhutang komitmen, ketaatan, kesetiaan, dan lain-lain.

Berkat-berkat yang Tuhan berikan tidak dapat kita hitung dan tidak akan dapat kita bayar dengan apapun, jadi jika engkau ingin meraih sesuatu yang terbaik MILIKILAH KESETIAAN. Seperti Daud yang tidak pernah bermimpi menjadi raja, tetapi karena Daud setia dan intim dengan Tuhan, Tuhan berikan kedudukan yang besar kepadanya. Firman Tuhan berkata :  “ Masuklah hamba-Ku yang baik dan setia. “ Mulailah dengan langkah yang baik. Kebaikan dan kesetiaan itu tidak secara instan ada dalam hidup seseorang, tetapi harus dilatih. Orang menjadi baik dan setia bisa ditentukan oleh keluarga / lingkungan dan dengan siapa ia berhubungan. Kesetiaan itu harus dibina, karena tidak ada satu dokter pun  di dunia ini, bahkan seorang ahli pun tidak akan pernah dapat menentukan bahwa bayi yang baru lahir itu memiliki sifat setia. Kesetiaan harus dilatih, karena Tuhan sediakan upah dan berkat yang besar bagi orang-orang yang setia.

Contoh Pribadi-pribadi yang setia :
Perumpamaan tentang Talenta ( Matius 25 : 14 – 21 )
Hamba-hamba yang setia akan talenta yang Tuhan berikan memperoleh laba 2X talenta yang mereka terima. Hamba yang memiliki 5 dan 2 talenta berlaku baik dan setia, tetapi ada hamba yang memiliki 1 talenta, ia berlaku tidak setia, sehingga talentanya diberikan kepada yang empunya 5 talenta. Ketika kita setia dalam perkara kecil, maka Tuhan akan percayakan perkara besar.
Daniel, Sadrakh, Mesakh, dan Abednego ( DANIEL 1 : 1 – 20)
Mereka setia menjaga kekudusan dan tidak mau dicemarkan oleh pergaulan diluar Tuhan. Ini contoh bagi anak – anak muda, jika engkau mau pandai dan cerdas seperti Daniel, Sadrakh, Mesakh dan Abednego, hiduplah takut akan Tuhan dengan menjaga kekudusan, jangan terikat oleh nilai-nilai diluar Tuhan yang bertentangan dengan firman Tuhan.

Jadi harus di ingat, jangan meminta dan mengharapkan sesuatu yang besar dari Tuhan, jika engkau tidak setia. Kitab Wahyu menuliskan, “ Peganglah apa yang ada padamu… “ karena mahkota diberikan kepada orang yang setia. Jangan menjadi orang-orang yang mengundurkan diri dari Tuhan. Karena Tuhan tidak akan berkenan.  ( IBRANI 10 : 37 – 38 ). Orang yang mengundurkan diri adalah orang yang ogah-ogahan dengan Tuhan, orang yang semangatnya kendor, orang yang ketaatannya mundur. Jika kita kurang setia, Tuhan tetap setia karena Tuhan panjang sabar untuk menantikan sebanyak mungkin orang bertobat. Tuhan menunggu kita untuk setia, Tuhan berikan waktu untuk kita berubah menjadi orang yang setia, karena kesetiaan itu mahal dan langka. Amsal 20 : 6 “ Bagi orang menyebut diri baik hati, tetapi orang yang setia, siapa menemukannya?” Mari perhatikan hidup kita. Sudahkan kita termasuk orang-orang yang setia? Dalam hal waktu, Uang, Pelayanan, dan lain-lain. Tuhan akan lipat gandakan  berkat bagi orang-orang setia. Saat ini Yesus meminta kita untuk menjadi orang-orang yang setia. Tuhan Yesus memberkati.

Ringkasan Khotbah : Pdt. Charles Situmorang    

Pokok Anggur yang benar

Yohanes 15 : 1 – 8
Dalam kehidupan anak-anak Tuhan, ada orang-orang yang pekerjaannya bercocok tanam. Dalam merawat tanaman, ketika masa pertumbuhan ada kalanya tanaman harus dipupuk, harus dibersihkan, dirawat sedemikian rupa supaya menghasilkan buah yang banyak dan matang. Yesus memberi perumpamaan hubungan Bapa dengan kita itu seperti pohon anggur. Kita di umpamakan ranting-ranting pada pokok anggur, Yesuslah pokok anggur itu, dan Bapa di surga pengusahanya. Bapa di surga akan senantiasa mencari dan melihat buah dari kebun anggur-Nya. Kualitas buah yang dihasilkan sangat menentukan apakah sang pengusaha akan bersukacita atau kecewa.
Dalam hidup mengikut Tuhan, Gereja sebagai kebun anggurnya Tuhan, ada masa-masa untuk dipupuk dan dibersihkan. Saat firman Tuhan dibentangkan, itulah masa pemupukan dan pembersihan. Dibersihkan tampaknya sangat tidak enak, jika kotoran itu keras dan banyak proses perbersihan juga  akan semakin keras, jika tidak mengkin untuk dibersihkan, pasti ranting itu akan dipotong. Ketika kotoran yang didapati sedikit, ranting akan lebih mudah untuk dibersihkan dan prosesnya pun tidak akan menyakitkan. Proses pembersihan dapat berupa ujian oleh Tuhan / dicobai iblis. Ketika datang firman Tuhan pada kita, dan kita taat, maka kita akan semakin bersih. Proses ujian terjadi bergantung bagaimana seseorang merespon firman Tuhan. Sekarang kita lihat bagaimana setelah bertahun-tahun Saudara dan saya mengiring Tuhan? Apakah buah itu asam, manis atau justru busuk buahnya? Bagaimana kualitas buah yang kita hasilkan, bisa ditanyakan bagaimana pendapat orang-orang disekitar kita? Buah itu dilihat dari cara seseorang berfikir, cara kita berkata-kata dan cara kita bertingkah laku, apakah ada perubahan yang jauh lebih baik ketika kita menerima Yesus sebagai Tuhan dan juru selamat. Atau malah sebaliknya? Kita dibersihkan supaya menghasilkan buah-buah pertobatan.
Ayat 3 ; Setelah kita mendengar firman Tuhan dan melakukannya, kita sudah bersih. Ujian dapat terjadi setelah keluar dari gereja, sampai dirumah, atau beberapa hari  setelah  setelah  pemupukan dan pembersihan.
Ayat 4 : Caranya supaya kita kuat menghadapi segala proses pembersihan adalah kita harus tinggal di  dalam Yesus dan Yesus di dalam kita. Melekat kepada Yesus , karena ranting tidak dapat berbuah dari dirinya sendiri, jika tidak melekat pada pokok anggur. Jika ranting itu rapuh, maka ketika  dibersihkan  ia akan patah. Ketika engkau rapuh, dan ditegur melalui firman, engkau akan mudah tersinggung dan sakit hati, akhirnya meninggalkan gereja Tuhan. Oleh karena itu harus berakar kuat kepada Yesus. Kita harus melekat kuat pada Yesus supaya ketika dibersihkan, saudara dan saya semakin kuat, semakin bersih , berbuah banyak dan manis.
Yang harus dibersihkan adalah karakter-karakter buruk dalam hidupmu, yang suka kemalasan, melawan / memberontak, sombong, iri hati, sakit hati dan semua hal buruk harus dibersihkan dari hidup kita. Semua sampah itu harus dibuang. Mari koreksi bagaimana iman kita saat ini? Semakin besar atau semakin menciut? Kalau ada hal yang buruk, cepat-cepat koreksi diri. Dalam injil Matius digambarkan beberapa kondisi tanah hati mausia. Jika benih itu baik, tetapi jatuh di tanah yang tidak baik, ia tidak akan bertumbuh, bahkan benih itu akan mati.
Ayat 5 : Jika hati dan hidup kita menjauh dari Tuhan, seseorang tidak akan bertahan lama. Tanpa Yesus kita tidak akan berbuah dan tidak dapat berbuah apa-apa. Setialah dalam perkara-perkara kecil, maka Tuhan akan mempercayakan perkara besar. Buah yang banyak dan manis menandakan bahwa kita adalah murid-muris Yesus. Pohon yang baik akan menghasilkan buah yang baik, dan buahnyalah seseorang itu dikenal ( Matius 7 : 16-20 ). “ Jadi hasilkanlah buah yang sesuai pertobatan.Kapak sudah tersedia pada akar pohon dan setiap pohon yang tidak menghasilkan buah yang baik, pasti dibuang kedalam api.” ( Matius 3 : 8; 10). Kita tidak akan berbuah jika kita tidak pernah mendengar dan membaca firman Tuhan.
Jika engkau menghadapi masalah dalam hidup ini,larilah kepada Tuhan sebagai pribadi pertama dan yang utama harus ditemui. Yesaya 48 : 16 – 19 mendekatlah kepada Tuhan dan lakukan firman, maka berkat damai sejahtermu akan seperti sungai  yang yang tidak pernah kering. Ini diperoleh  hanya jika kita tinggal di dalam Tuhan. Oleh karena itu pakailah kemerdekan yang Tuhan berikan dengan penuh tanggung jawab, jangan hidup dalam dosa tetapi layanilah seorang akan yang lain oleh kasih ( Galatia 3 : 13 – 15 ). Relakan hatimu untuk dibersihkan, setelah itu jangan engkau coba – coba lepas dari Tuhan, harus tetap melekat pada-Nya. Jika firman Tuhan diterima dengan hati yang terbuka , maka setiap kita akan diubahkan dan berbuah – buah. Tuhan Yesus memberkati.

Ringkasan Khotbah Ibu Gembala : Pdt. Nina Yonatan.    

Hal yang mendukakan Tuhan

Mazmur 62 : 9
“ Percayalah kepada-Nya setiap waktu, hai umat….. “

Hari-hari ini kepercayaan kepada Tuhan mengalami krisis yang sangat menyedihkan. Bahkan umat Tuhan yang mengaku percaya Yesus  dan janji – janji Tuhan, kepercayaan itu mulai luntur. Banyak orang yang tidak lagi menjadikan Yesus sebagai Tuhan. Mereka lebih percaya  kepada kekuatannya dan pemikirannya sendiri. Dalam dunia Usaha, banyak yang masih enggan menutup usahanya  pada hari minggu, karena merasa bahwa ia akan kehilangan omset yang besar jika harus beribadah kepada Tuhan. Banyak orang yang menghabiskan waktu mereka untuk bekerja guna mendapatkan lebih banyak uang. Firman Tuhan mereka abaikan, mereka sudah tidak percaya lagi kepada janji berkat, mereka lupa   ibadah itu mengandung janji.

Ketidaksabaran, kekuatiran, ketakutan, dan krisis kepercayaanlah yang menyebabkan mereka meninggalkan Tuhan. Hal-hal ini yang sangat mendukakan hati Tuhan, bahkan banyak umat Tuhan tidak meraih janji-janji Tuhan, karena mereka sudah tidak percaya lagi. Secara fisik mereka berada dalam gereja, tetapi hati mereka sudah menjauh dari Tuhan. Tuhan dibatasi dengan pikiran manusia yang dangkal. Ini terjadi karena banyak orang kecewa akan kesusahan hidup yang mereka alami. Padahal akar dari semua kesengsaraan itu karena manusia hidup dalam dosa kekuatiran, ketakutan dan ketidakpercayaan. Masih bisakah kepercayaan penuh kepada Tuhan itu dibangkitkan?. Murid – murid Yesus berdoa “ Tambahkan Iman kami ya Tuhan.”  Doa ini yang harus selalu diucapkan oleh umat Tuhan yang  memiliki iman percaya, supaya iman mereka selalu bertambah  dan terus bertambah.

Mulai hari ini, Tinggalkan dosa kekuatiran, ketakutan dan ketidakpercayaan. Apa yang saudara butuhkan dalam hidup ini Tuhan pasti berikan, hanya jika saudara percaya penuh, mengaku dosa dihadapan Tuhan, bahwa saudara telah berdosa karena kuatir dan tidak lagi percaya bahwa Tuhan sanggup melakukan segala sesuatu. Mengaku dosa, jika karena kekuatiran saudara melupakan pertolongan  Tuhan yang sudah Ia kerjakan,  dalam hidup saudara  yang sudah –sudah. “ Ampuni saya Tuhan, saya telah menyakiti hati  Tuhan, saya berdosa karena saya kuatir, takut dan bahkan mulai tidak percaya lagi kepada-Mu, karena…………….. Mulai hari ini saya membenci kekuatiran dan ketakutan, saya akan percaya penuh kepada Tuhan, bahwa Tuhan sanggup melakukan segala sesuatu.” Setelah itu percayalah, jika kekuatiran, ketakutan dan ketidakpercayaan datang, karena doa yang belum dijawab, itu beasal dari si jahat. Katakan bahwa saudara menolaknya. Semua Doa yang sesuai dengan kehendak-Nya pasti Tuhan akan berikan, apalagi hanya kebutuhan hidup. Jangan lagi dukakan hati Tuhan. Carilah hati-Nya, carilah kehendak-Nya. PERCAYAI DIA, maka janji-janji-Nya akan digenapi dalam hidupmu.
Tuhan Yesus memberkati

Syarat orang untuk datang kepada Tuhan

Mazmur 65 : 3b, 15 : 1 – 5
Layakkah kita datang kepada Tuhan? Mari kita buka Mazmur 65 : 3b, “ Kepada-Mulah datang semua yang hidup.”  Semua maklup harus datang kepada Tuhan. Terlebih kita yang bernafas harus datang kepada Dia, tetapi apakah semua yang hidup, yang datang kepada Tuhan diterima-Nya? Mazmur 15 :  1 – 5,  yang judul perikopnya “ Siapa yang boleh datang kepada Tuhan?” menulis demikian : “ Mazmur Daud. Tuhan, Siapa yang boleh menumpang dalam kemah-Mu? Siapa yang boleh diam digunung-Mu yang kudus? Yaitu dia yang berlaku tidak bercela , yang melakukan apa yang adil dan yang mengatakan kebenaran dengan segenap hatinya, yang tidak menyebarkan fitnah dengan  lidahnya, yang tidak berbuat jahat, dengan temannya dan yang tidak menimpakan cela kepada tetangganya;  yang memandang hina orang yang tersingkir, tetapi memuliakan orang yang takut akan Tuhan; yang berpegang pada sumpah, walaupun rugi; yang tidak meminjamkan uangnya dengan makan riba dan tidak menerima suap melawan orang yang tak bersalah. Siapa yang berlaku demikian , tidak akan goyah selama-lamanya.” Jika melihat ayat ini, tidak ada seorang pun yang layak menghadap Tuhan. Tetapi karena kasih karunia-Nya, kita dilayakkan oleh darah Yesus untuk menghadapa hadirat-Nya. Karena begitu luar biasa kasih karunia Tuhan, banyak anak-anak Tuhan yang bermain-main dengan kasih karunia. Kasih karunia Tuhan melayakkan kita untuk menyebut Dia dengan kata “ Ya Abba, Ya Bapa.”

Jika direnungkan dan ditelaah ayat demi ayat, kita masuk pada pertanyaan “ begitu rumitkah untuk datang kepada Tuhan, menyembah dan berlutut di kaki Tuhan?” Sebenarnya kitab Mazmur 15 : 1 – 5 ini oleh Tuhan Yesus diringkas dalam satu kata, yaitu “ KASIH “ ( Markus 12 : 29 – 31 ). “ Jawab Yesus:” Hukum  yang terutama ialah : Dengarlah, hai orang Israel, Tuhan Allah kita, Tuhan itu Esa. Kasihanilah Tuhan Allah, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamudan dengan segenap akal budimu dan dengan segenap kekuatanmu. Dan hukum yang kedua adalah : Kasihanilah sesamamu manusia seerti dirimu sendiri. Tidak ada hokum lain yang lebih utama dari pada dua hukum ini.” Jika engkau memiliki KASIH dan mengerjakannya, engkau layak menghadap Tuhan. Dalam mengasihi , engkau akan menempatkan dirimu ditempat orang lain. Apa yang engkau ingin orang lain lakukan  terhadapmu, terlebih dahulu engkau melakukannya. Belajar tentang KASIH, tidak akan pernah abisnya.

Definisi  KASIH iu sendiri, dituliskan dalam 1 Korintus 13 : 4 – 7, Kasih itu sabar, tidak cemburu, tidak memegahkan diri, tidak melakukan yang tidak sopan, tidak mencari keuntungan diri sendiri, tidak pemarah, tidak menyimpan kesalahan orang lain, tidak bersukacita karena ketidakadilan tetapi karena kebenaran, dan seterusnya. Kasih itu adalah sesuatu yang membangun dan membawa orang kepada pemulihan. Hukum KASIH, adalah hukum dalam pengajaran Kristus Yesus. Dalam memberikan korban pun syaratnya harus memiliki kasih, agar persembahan itu dapat diterima oleh Tuhan ( Matius 5 : 23 – 24). Korban atau persembahan dapat berbentuk uang, barang, ternak dan dalam kitab Roma 12 : 1 – 2, korban berupa persembahan tubuh. Kasih itu sangat penting, karena syarat utama seseorang dapat menghadap Tuhan. Tetapi ingat, bukan berarti jika saudara belum memiliki kasih, Saudara tidak mempersembahkan korban. Persembahan itu suatu perintah dari Tuhan yang harus dikerjakan untuk dapat saling melayani dalam pekerjaan Tuhan. 1 Samuel 5 : 22 – 23, Fiman Tuhan yang disampaikan itu harus di dengar baik – baik dan harus dikerjakan.

Kasih membuat manusia mampu dan mau memperhatikan orang-orang disekelilingnya. Kasih itu bagai membuat sesuatu tempat menjadi sejahtera. Ada seorang hamba Tuhan membuka pelayanan, dan tidak ada satu jemaatpun yang datang, jika demikian untuk melihat apakah kita memiliki kasih atau tidak, maka tanyakan kepada orang-orang yang ada di sekitarmu dan lingkunganmu. Bagaimana pendapat orang- orang sekitarmu mengenai saudara? Kasih membuat banyak orang berdatangan dan menyukai pribadi yang memiliki KASIH itu. 1 Korintus 13 : 8, 13 : “ Kasih tidak berkesudahan; Nubuat akan berakhir; bahasa roh akan berhenti ; pengetahuan akan lenyap. Demikian tinggal ketiga hal ini, yaitu iman, pengharapan dan kasih dan yang paling besar diantaranya ialah KASIH.”  Kasih tidak akan berakhir di bumi dan di surge. Yesus mati bagi kita karena kasih-Nya kepada kita. Kasih harus di miliki semua manusia, karena kasih itu segala-galanya.

Ringkasan Khotbah : Pdt. Semmy R.Yonathan